KEINDAHAN DIMATA KITA....
Diposkan oleh zulanda pada Jumat, Januari 8, 2010 Dalam: CERITA INSPIRASI
“ Wah gunung itu sangat indah ya yang ….”, bibir mungil gadis itu
menggambarkan keindahan pemandangan alam pegunungan yang terhampar luas
dihadapannya, sambil bergelayutan dibahu pasangan kekasihnya.
“Hmm……tahukah dinda bahwa gunung itu sebenarnya tak seindah mata
kita memandang ? “, kata kekasih pria gadis itu dengan seksama.
Tertegun sesaat gadis itu, “ Kamu kok ngga romantis sih, yang…!” , protes lembut dari gadis itu dengan nada manja.
Kekasih prianya tersenyum, lalu memandang wajah kekasihnya dengan tatapan lembut.
“ Tahukah dinda….ketika kita mendekati gunung itu … maka semakin
nyatalah bahwa gunung itu tidak seperti saat ketika kita….. berdiri
disini …..!” ,kata kekasih prianya dengan lembut. Kemudian ia
melanjutkan , “ coba liat pakai teropong ini ….” , kekasih prianya
mendekatkan sebuah teropong di mata gadis itu.
Hening sesaat manakala gadis itu melihat pemandangan sekelilingnya
dengan teropong itu. “ iya kamu benar , yang …… dikaki bukit itu begitu
terjal …. Semakin ke atas semakin terjal dan curam…..”, kata gadis itu
serius. “ apalagi yang kamu lihat ? …” , kekasih prianya bertanya pada
gadis itu. “ ngga begitu jelas sih …. Hmmm….Ada orang yang mendaki di
kaki gunung itu lho …” teriakan kecil gadis itu pada kekasih prianya.
Kekasih prianya berkata “ Tahukah adinda ….. yang dinda lihat itu hanya
sebagian kecil yang mungkin dinda hadapi, bila dinda mendekati dan
mendaki gunung itu “. “ Masih banyak yang tak dapat kita tebak disana ,
mungkin saja ada hewan buas dan berbisa, mungkin saja kita bisa
terpeleset dan jatuh … atau kita tersesat …. semua itu….. tidak
menutupi terhadap berbagai macam – macam kemungkinan…!”.
“ Ternyata demikian ya , sayang ……. Mungkin tidak semua orang bisa mendakinya ya , sayang….”, gadis itu berbicara lirih.
Kekasihnya lalu tersenyum, “ Tahukah dinda ….. pada dasarnya semua
orang mampu untuk mendakinya ….. hanya tinggal dirinya saja ….apakah ia
berniat atau tidak ….. yah….tentu saja semua itu tak lepas dari takdir
Allah … yang mengizinkan diri manusia itu untuk dapat mencapai puncak
itu….!“.
Hening sesaat … gadis itu hanya terdiam saat kekasih prianya
menjelaskan hal itu padanya. Lalu kekasih prianya melanjutkan
pembicaraannya , “ Dinda , mengertikah kamu …. Apa yang kumaksud dari
semua penjelasanku tadi ? “ , Tanya pria itu pada gadis itu. Gadis itu
memandangi wajah kekasih prianya dengan seksama sambil mencoba mencari
maksud tersembunyi dari pembicaraan kekasihnya itu, lalu gadis itu
menggeleng kecil lalu tersenyum malu.
“ itulah pernikahan …..” , jawab pria itu diringi dengan senyum
manisnya. Kontan gadis itu mengkerutkan kening sebagai tanda tak
mengerti dengan ucapan pria itu.
“ Ya ….. bila sepasang kekasih yang belum menikah atau lagi berpacaran
akan merasakan hal yang sama saat melihat gunung itu dari
kejauhan……begitu indah dan seakan-akan menggambarkan sebuah harapan
yang indah dimata mereka….!”.
“ Namun manakala mereka mulai mendekati gunung itu maka mereka akan
mulai gamang dan cemas ….. apakah mereka mampu untuk mendaki menuju
puncak harapan itu !”.
“ Gunung yang tadi indah ….. kini telah berubah menjadi bebatuan yang
terjal dan curam dengan segala macam ancaman……baik hewan buas maupun
yang berbisa dan sebagainya……..itulah awal dari suatu pernikahan,
adinda ”.
Kata – kata kekasih pria gadis itu sungguh mengena dihati gadis itu, yang mulai mengerti maksud dari pembicaraan sebelumnya.
“ Sanggupkah kita mendaki puncak harapan itu sayang ? “ ,Tanya gadis itu penuh keraguan.
“ Takdir Allah memang telah tertulis, adindaku ……. Namun Iapun
mengatakan takkan mengubah nasip manusia kecuali manusia itu mau
berusaha dan berdoa pada-Nya…….. itu keyakinan pertama saat kita akan
memulai semuanya , sayangku !”
“ …. Lalu itulah maksud mengapa manusia tidak dapat mendaki puncak
harapan itu seorang diri, karena ia membutuhkan teman dalam hidupnya ……
bergandengan tangan , saling menjaga, saling mengingatkan, saling
memperhatikan, saling memberi semangat, saling menghibur …… intinya
adalah saling berbagi rasa dalam kebersamaan , sayangku !” , kata
kekasih prianya meyakinkan gadis itu dan memandangi mata gadis itu
dalam-dalam.
Gadis itu meneteskan air mata ….. bukan air mata kesedihan tapi air
mata kebahagiaan dan mengucapkan syukur pada Allah , “ Terimakasih Ya
Allah ….. Engkau telah menciptakan pria yang terbaik untukku ……..
bersamaku kelak….. menjalani hidup menuju puncak harapan yang sudah
didepan mata …………!”
Dalam : CERITA INSPIRASI