Seorang sahabat pernah bertanya padaku.
“Bagaimana cara mempersiapkan diri untuk menikah dan bagaimana caranya menjaga pernikahan itu”.
Aku terdiam sesaat ketika pertanyaan itu terucap dari mulutnya.
“ hmm…..menikah itu sarana untuk melatih pengendalian dirimu …… melatih
dirimu untuk dapat mengendalikan diri terhadap keinginan-keinginanmu
yang bebas ! “.
“ trus…? ”
“menikah itu melatih dirimu untuk bertanggungjawab …. melatih dirimu
untuk dapat bertanggungjawab terhadap apa yang kamu miliki !”
“lalu…? ”
“ menikah itu melatih dirimu untuk dapat “memberi dan menerima” ….
Memberi yang terbaik dari yang kamu miliki dan menerima apa adanya yang
akan kamu miliki ….!”
“selain itu …? “
“ menikah itu melatih dirimu untuk mendengar dan
berbicara…..mendengarkan keluhan dan kebahagiaan pasanganmu dan
berbicara tentang kebahagiaanmu dan berbicara dengan baik pula tentang
keluhanmu”
"ada lagi ...? "
" menikah itu melatih dirimu untuk mengerti dan dimengerti
.....mengerti tentang pasanganmu dan dimengerti oleh pasanganmu ...!"
“hanya itu .. ? “
“ masih banyak lagi , tapi apabila dirimu bisa melaksanakan itu , itu sudah lebih baik “ , kataku diiringi senyumku padanya.
“ apa aku bisa ya , melaksanakan semua itu ? karena saat ini aku belum
bisa belajar dan berlatih tentang itu “, katanya ragu-ragu.
“Kamu tidak perlu belajar dan berlatih terlebih dahulu untuk menjalani
kehidupan pernikahanmu , karena pernikahan itu sendiri adalah tempat
dirimu belajar dan berlatih, untuk dapat mengendalikan dirimu, melatih
rasa tanggungjawabmu, melatih kemampuan menerima dan memberimu ,
mengerti dan dimengerti oleh pasangamu, serta melatih kemampuanmu untuk
mendengar dan berbicara ….!