PREMAN YG TERANIAYA DAN POLISI HUMANIS
Diposkan oleh zulanda pada Jumat, Juni 26, 2009 Dalam: CERITA INSPIRASI
Guratan tatto yg
hangus terbakar membekas dilengannya, walaupun lengan panjang berusaha
menyembunyikan posisinya. Ya....ia adalah seorang penambal ban keliling
yang kebetulan berada di dkt kampus sang pemberantas kejahatan. Ban
mobilku kempes ,'' mungkin bocor halus pikirku'',otakku membuat
hipotesa sementara ketika itu, untung ada dia sungguh beruntung nasipku
kali ini. Peluhnya mengucur bercampur aroma jantan ( itu kata iklan )
menyeruak seiring derit dongrak mengangkat poros batang batang ban
mobilku. Sambil bekerja ia kutanya ,''lengannya kenapa mas ?''. Dia
menatapku sebentar, mungkin takut juga, tapi mungkin bodyku
menghipnotis ia dan mengatakan aku bukan polisi dalam otaknya. ''
oh...ini..dibakar pakai besi panas mas biar tattonya hilang !'',
terkesan ringan tp masih menyimpan suatu kekecewaan dimatanya. ''emang
kenapa kalau ngga dihapus ?'', tanyaku bak lidik reporting
investigation-nya wartawan dan sekilas gayaku yg seenaknya.'' Begitulah
mas saya capek ditangkap tim pemburu preman terus terusan !'' katanya
seperti keluhan yg sangat membekas trauma dibathinnya. Aku
manggut-manggut saja sambil berpikir bagaimana cara melegalkan tindakan
rekan-rekan seprofesiku , ''emang ngga punya KTP ?'',tanyaku ,hm.....
pertanyaan pembelaan dalam hatiku. ''Ada mas , tapi KTP surabaya mas
!'',katanya terdengar berat karena beban ban yg diangkatnya.''
Loh...kok ditangkap juga ?'', kataku seakan tak percaya.''Nah itu
masalahnya mas....!'', berhenti sejenak sambil mengelap peluh dengan
selembar handuk yg layak disebut lap tangan bagiku, lalu ia
melanjutkan,''karena tatto ini mas....padahal saya sudah lama insaf,
malu kalau jd preman terus-terusan , anak - anak udah besar, malu kalau
mereka dengar tentang bapaknya dari orang lain....'',katanya mantap
seakan tak ada penyesalan atas pengorbanannya itu bagi keluarganya. Aku
terdiam sejenak sambil menunggu ia menghidupkan api untuk memanaskan
tempelan ban. Hatiku bergelora, marah, sedih,kecewa dan sekaligus
bangga bercampur seperti gado gado ibu kantin disamping flat B. Otakku
menganalisa seperti menghubungkan cok steaker dengan roll kabel
dikamarku yg ukuran 4x4 itu. Sejenak dalam lamunanku hatiku bergumam,''
Ternyata seorang preman insaf lebih humanis dari pada aku sebagai
Polisi'',''Ternyata kusadari bahwa kata kata atau slogan terkadang tak
sama dengan perbuatan, aku tidak menyalahkan rekan-rekanku dalam
tindakannya atau menyalahkan slogan yang menggantung dikepalaku....tapi
aku melihat suatu fenomena diantara kebaikan itu, tetap tiada
kesempurnaan didalamnya''.''Sudah mas...!'', dia berkata memecahkan
lamunanku, ''oh ...ya....berapa mas....?'', tanyaku sambil mengecek
kerasnya ban mobilku.''Tujuhribu aja mas ?'',ungkapnya ragu ragu
mungkin takut dinilai kemahalan bagiku. Kuronggoh kocekku ,hmm....ada
uang 20.000, kuberikan padanya,''sisanya ambil aja mas ! Buat jajan
adik adik...!'',lontarku dengan penuh senyum cerah menatap mantap
wajahnya yg kumal. Dia terdiam sejenak ,''sudahlah
....ambil.....makasih ya ...!'',lirihku meyakinkan dan menghapus
keraguannya. Dengan senyum tertahan diraihnya lembar uangku dengan
tangan gemetar,''terimakasih pak...!'', katanya lirih namun berat
seperti menahan sesuatu dalam hatinya. Wah dipanggil bapak aku td
dipanggil mas, gumam hatiku kontan. Diiringi senyumku yg lebar, aku
bergegas meninggalkan dia, menstater mobilku dan berlalu setelah yakin
tidak ada mobil memotong dikananku. Hati bergumam,''Biarlah uang yang
tak seberapa bagiku itu untuknya, mudah-mudahan bisa menghapus sedih
dihatiku atas kesalahpahaman rekan-rekanku, sambil hatiku berdoa , ''Ya
Tuhan tiada kesempurnaan yg engkau berikan di dunia ini, namun
berikanlah ia kasih dan sayang-Mu.... Ya Tuhan.....dan ampunilah
kesalahpahaman rekan-rekanku karena ketidaktahuannya dalam menjalankan
tugasnya''. Stir kuputar kekanan memasuki gerbang belakang kampus
tercintaku, seketika mataku tertumpu dikaca spion kananku , ups..dia
masih berdiri disana menatap aku masuk ke kampusku. Seketika aku
berpikir apa yang akan ada didalam kepalanya ya ? Yah.....mudah -
mudahan kebaikanku tadi meringankan langkahnya dan dapat memberi
sedikit maaf atas kesalahpahaman rekan-rekan seprofesiku, kontan aku
berdoa,'' Ya Tuhan semoga engkau mengabulkan doaku........!''
Dalam : CERITA INSPIRASI