Suatu saat aku pernah naik angkot di Medan, tentu saja pada saat itu, aku sedang tidak menggunakan baju dinasku. Lalu pada suatu simpang , seorang Polantas menghentikan angkot tersebut karena melanggar lampu merah, sang supir ditilang oleh polantas tersebut. 

Menyaksikan hal itu, seorang penumpang wanita mengeluh didalam mobil, " Memang polisi ini , udah tau supir itu susah hidupnya , pake ditilang pula, kan kasihan ! ", keluhnya dengan nada emosi.

Aku hanya tersenyum mendengar keluhan penumpang itu dan tergelitik hatiku untuk bertanya, " Kakak 
tahu, sebenarnya Tuhan sangat sayang pada kakak ? dan Tuhan juga sayang dengan supir itu ! ". 

lalu wanita itu berkata , " kenapa kamu berbicara begitu ? ". 

" ya ... supir itu sedang ditegur Tuhan melalui Polisi itu ! dia menerobos lampu merah , bayangkan saja seandainya ada kendaraan dari sisi sebelah yang lampu hijau , mungkin kita akan mengalami tabrakan , dan supir itu mungkin akan menanggung kerugian yang lebih besar, bahkan mungkin diapun dapat kehilangan nyawanya , lalu bagaimana dengan keluarganya ? dan kita penumpang juga mungkin akan terluka, tapi karena Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang maka kita dan supir itu telah mendapatkan sentuhan kasih sayang-Nya , dengan teguran Tuhan melalui polantas itu, yang dapat mencegah supir itu untuk tidak mengulangi kembali kesalahannya, yang mana kesalahan itu dapat mengakibatkan kecelakaan bagi kita. ", kataku panjang lebar.

wanita itu hanya diam saja, namun terlihat dari air mukanya berubah dan ia tertunduk mendengarkan ceramah tujuh menitku.

lalu aku katakan padanya , " Jangan melihat sesuatu itu hanya dari indera yang kita punya saja , tapi lihatlah hikmah sebenarnya dengan hati, yang merupakan karunia kasih sayang terbesar dari Tuhanmu "